Elevating Climate Leadership: Perjalanan Transformasi 10 Brand Indonesia dalam 1000 Low Carbon Brand Movement
Surabaya, 20 Januari 2026 – Di tengah desakan regulasi global seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) dan tuntutan pasar akan transparansi ESG, Carbon Addons sukses menutup rangkaian program 1000 Low Carbon Brand Movement (1000 LCBM) kohort pertama. Program inkubasi intensif selama tiga bulan ini bertujuan membekali pelaku usaha Indonesia—dari UKM hingga perusahaan besar—dengan kapasitas teknis untuk mengukur, mengurangi, dan mengomunikasikan jejak karbon mereka sebagai nilai jual brand yang kompetitif.Antusiasme terhadap gerakan ini sangat luar biasa. Sejak pendaftaran dibuka pada Oktober 2025, program ini berhasil menarik minat 67 pelaku bisnis yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran bisnis akan urgensi isu iklim kini bukan lagi didominasi oleh kota besar, melainkan mulai menjangkau ke berbagai wilayah. Dari puluhan pendaftar tersebut, terpilih 10 bisnis pionir yang memiliki komitmen tertinggi untuk menjalani inkubasi intensif selama tiga bulan. Sepuluh perusahaan tersebut adalah Agro Rice, ALBITEC, IBLAM School of Law, MOI Brands, Perum Perhutani, PT Habibi Digital Nusantara (Habibi Garden), PT Nutri Choco Nusantara (Nichoa), Rambah Runtah, Retrorika Coffee Bar and Resto, serta Waste and Wishes Indonesia.Fig 1. Peta Persebaran Pendaftar 1000 LCBMSelama perjalanan program, dampak nyata yang dihasilkan sangat signifikan. Secara kolektif, 10 perusahaan ini berhasil memetakan dan mencatat total emisi karbon sebesar 102.500,64 tCO2e. Tidak berhenti pada pencatatan emisi, setiap perusahaan juga telah membuat draft 10 target pengurangan emisi yang selaras dengan sains (SBTi) dan menghasilkan 10 laporan transparansi (Low Carbon Brand Disclosure) sebagai bukti kesiapan mereka dalam memimpin transisi industri hijau di Indonesia.Rangkaian perjalanan rendah karbon ini mencapai puncaknya pada sesi Low Carbon Brand Disclosure Presentation dan Graduation yang digelar secara daring pada hari Sabtu tanggal 17 Januari lalu, dimana 10 partisipan terpilih, mulai dari sektor agrikultur, teknologi, hingga pendidikan, mempresentasikan Low Carbon Brand Disclosure mereka sendiri didepan para ahli.Maraton Transformasi Rendah Karbon Selama Tiga BulanProgram 1000 LCBM dirancang sebagai jembatan bagi para pelaku usaha yang seringkali merasa kesulitan memulai langkah dekarbonisasi. "Kami ingin memastikan bahwa transisi rendah karbon bukan lagi menjadi beban kepatuhan, melainkan value driver untuk daya saing jangka panjang," ujar Mohammad Naufal, Founder & CEO Carbon Addons.Keberhasilan ini dicapai melalui perjalanan transformatif yang komprehensif. Dimulai dari Kickoff Talkshow sebagai penyelarasan visi, para peserta kemudian melewati 7 rangkaian workshop strategis yang membekali mereka dengan kemampuan teknis penghitungan karbon hingga strategi reduksi.Fig 2. Rangkaian Perjalanan Peserta 1000 LCBMPerjalanan peserta dimulai dengan penguatan fondasi melalui tujuh workshop strategis. Tidak hanya melalui layar Zoom, para peserta juga mengikuti Offline Immersion selama dua hari di Yogyakarta pada Desember 2025. Di sana, mereka melakukan praktik langsung (hands-on) menggunakan platform Carbon Annalist by Carbon Addons untuk membangun profil emisi dasar (Carbon Baseline) yang akurat, membuat climate target setting dari baseline emisi yang dihitung menggunakan Science Based Target Initiative (SBTi) hingga kunjungan industri dan penyampaian komitmen iklim setiap pemimpin bisnis melalui Climate Ambition Talks.Fig 3. Salah satu dashboard emisi peserta yang menggunakan Platform Carbon AnnalistMenjelang akhir program, para peserta difasilitasi dalam sesi Decarbonization Matchmaking untuk terhubung dengan penyedia solusi teknologi hijau yang dapat mendukung strategi dekarbonisasi usaha, hingga akhirnya mencapai puncak acara melalui Low Carbon Brand Disclosure Presentation & Graduation."Program ini membantu peserta memahami perubahan iklim tidak hanya sebagai risiko, tetapi juga sebagai peluang bisnis yang nyata dan dapat diimplementasikan," ungkap Yunanta Chandra Buana dari Perum Perhutani, salah satu peserta program.Low Carbon Brand Disclosure: Menakar Kredibilitas di Hadapan Panel AhliPada sesi Low Carbon Brand Disclosure Presentation, para peserta mempresentasikan strategi reduksi karbon mereka di hadapan panel peninjau (reviewers) yang terdiri dari Winda Yuantika, ESG Specialist dari National Center for Corporate Reporting (NCCR); Monty Hasan, Founder Topiku (Brand Fashion Rendah Karbon); dan Mohammad Naufal, CEO Carbon Addons.Fig 4. Top Performers 1000 LCBM Kohort PertamaBerdasarkan kredibilitas data dan ambisi strategi yang dipaparkan, tiga peserta yakni Agro Rice, IBLAM School of Law, dan Habibi Digital Nusantara (Habibi Garden) ditetapkan sebagai Top Performers. Ketiganya mendapatkan akses tambahan ke sistem manajemen karbon Carbon Annalist untuk memperkuat implementasi strategi mereka.Harapan Masa Depan Usaha Rendah Karbon di IndonesiaBagi para peserta, 1000 LCBM memberikan sudut pandang baru. Susi Setiaramdani dari Habibi Garden menuturkan, "Program ini tidak hanya menambah pengetahuan mengenai perhitungan emisi, tetapi juga memperluas point of view mengenai seberapa penting menjalankan bisnis yang berkelanjutan, bahkan untuk bisnis skala kecil sekalipun."Fig 5. Peserta 1000 LCBM, Organizer, serta Tamu Undangan saat Climate Ambition Talks di YogyakartaSebagai penutup, Mohammad Naufal menekankan pentingnya kolaborasi ekosistem. "1000 LCBM kohort pertama hanyalah awal. Kami mengajak semua pihak untuk terus membangun ekosistem di mana setiap brand di Indonesia memiliki identitas rendah karbon yang kuat."Terima Kasih Kepada Mitra Kami: Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan mitra strategis: Asian Development Bank (ADB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Innovative Academy UGM. Serta para mitra komunitas yang luar biasa: Climate Reality Indonesia, Yayasan KEHATI, PLUS, Angin, Kumpul Impact, Block71, Nexus Indonesia, UKM Indonesia, Innovation Factory, The Local Enablers, Instellar, United In Diversity, Cleanomic, Ecoxyztem, Yayasan ActSEA.Tentang Carbon Addons: Carbon Addons adalah climate tech startup yang berfokus pada aksi perubahan iklim melalui solusi teknologi inovatif dan platform netralitas karbon. Kami berkomitmen untuk mempermudah individu, bisnis, dan komunitas dalam mengukur, mereduksi, serta mengompensasi emisi karbon, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis teknologi, Carbon Addons menyediakan sistem terintegrasi yang mendukung pelaporan karbon, pengurangan emisi, serta Carbon API yang dapat diadopsi oleh berbagai industri. Melalui kolaborasi dan inovasi, kami bertujuan menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.Tertarik untuk memulai perjalanan rendah karbon brand Anda? Hubungi kami di +62 812-6570-0812 (WhatsApp), email kami info@carbonaddons.id atau ikuti perjalanan kami di Instagram @carbonaddons.id